TELUMA, Mario Laurensius Carcil Batang (2026) Makna Ritus Pemberian Berkat dalam Upacara Gletek Geluwok pada Masyarakat Desa Tuakepa dan Perbandingannya dengan Ritus Pemberkatan dalam Sakramentali Gereja. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (460kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (170kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (115kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (245kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (265kB) |
|
|
Text
BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (185kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna ritus pemberian berkat dalam upacara Geletek Geluwok pada masyarakat Desa Tuakepa serta membandingkannya dengan ritus pemberkatan umat dalam sakramentali gereja. Hal ini dilatarbelakangi oleh realitas masyarakat Desa Tuakepa yang mayoritas beragama Katolik namun tetap mempraktikkan tradisi adat untuk memohon perlindungan dari bahaya, sakit penyakit, dan roh jahat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kualitatif dengan teknik wawancara dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritus pemberkatan dalam upacara Geletek Geluwok berakar pada tradisi lisan dan memiliki makna instrumental, komunal, dan kosmis untuk menjaga keseimbangan hidup serta memperoleh perlindungan dari wujud tertinggi dan para leluhur. Sebaliknya, pemberkatan sakramentali Gereja berlandaskan Wahyu Ilahi dan memiliki makna disposisional yang berfungsi untuk menyiapkan batin umat agar siap menerima rahmat Allah demi mencapai pengudusan hidup. Meskipun berbeda secara signifikan dalam hal sumber kepercayaan, otoritas pelaksana, orientasi tujuannya (kesejahteraan duniawi dan keselamatan kekal), kedua ritus ini memiliki persamaan yang mendasar, yaitu kedua-duanya sama-sama menggunakan simbol fisik (sirih pinang dan tanda-tanda liturgis seperti air suci), berfungsi sebagai sarana ekspresi iman lahiriah, memberikan rasa aman secara psikologis, dan menghubungkan manusia dengan realitas transenden. Sebagai kesimpulan, perbedaan landasan teologis dan kultural antara upacara Geletek Geluwok dan sakramentali Gereja tetap memberikan fungsi yang integral bagi kehidupan spiritual umat. Gereja menyikapi realitas ini dengan pendekatan yang terbuka sekaligus kritis. Hal ini membawa implikasi penting bagi karya pastoral, yakni perlunya pendekatan berbasis inkulturasi yang mampu mengintegrasikan kearifan nilai budaya lokal tanpa mengaburkan kemurnian ajaran iman kristiani.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pemberkatan upacara Geletek Geluwok, Sakramentali Gereja, Makna Spiritual, Inkulturasi, Desa Tuakepa. |
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 390 Adat istiadat, etiket, dan cerita rakyat > 392 Adat istiadat setempat |
| Divisions: | 75101 Filsafat |
| Depositing User: | Mr Floribertus Herichis Wanto Tapo |
| Date Deposited: | 09 Sep 2026 01:22 |
| Last Modified: | 09 Sep 2026 01:22 |
| URI: | http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4423 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
