WICAKSANA, Gregorius Steven Usman Samudra (2026) Menelaah Nilai Persatuan dalam Ritual Tibhu Lombe Masyarakat Suku Toring dalam Terang Ensiklik Fratelli Tutti. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (339kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (197kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (260kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (251kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (167kB) |
|
|
Text
BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (167kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis nilai persatuan dalam ritual Tibhu Lombe masyarakat Suku Toring dalam Terang Ensiklik Fratelli Tutti; (2) menjelaskan ritual Tibhu Lombe dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya; (3) menjelaskan asal-usul dan aspek-aspek kehidupan masyarakat Suku Toring; (4) menjelaskan isi ringkas Ensiklik Fratelli Tutti. Latar belakang penelitian ini berangkat dari realitas masyarakat Indonesia yang majemuk, namun sering menghadapi konflik sosial akibat perbedaan suku, agama, ras, dan golongan. Dalam konteks tersebut, kearifan lokal dipandang sebagai sarana penting dalam menjaga dan memperkuat persatuan. Salah satu bentuk kearifan lokal tersebut adalah ritual Tibhu Lombe, yaitu ritual adat tahunan masyarakat Suku Toring di Desa Lengkosambi, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, yang dilaksanakan pada awal musim tanam sebagai ungkapan syukur, permohonan hujan, dan haranpan akan keberhasilan hidup bersama. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi-partisipasi, dokumentasi, studi pustaka, serta pendekatan sejarah. Data diperoleh langsung dari tokoh adat, pemangku ritual, dan masyarakat Suku Toring sebagai pelaku utama tradisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Tibhu Lombe tidak hanya memiliki makna religius dan agraris, tetapi juga mengandung nilai persatuan yang sangat kuat, seperti solidaritas, gotong-royong, kebersamaan, penghormatan terhadap leluhur, serta keterlibatan seluruh anggota keluarga dan masyarakat dalam satu ikatan sosial yang harmonis. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan ajaran dalam Ensiklik Fratelli Tutti yang menekankan persaudaraan universal, persahabatan sosial, dan kepedulian terhadap sesama. Ritual ini menjadi media konkret dalam membangun relasi sosial yang inklusif, memperkuat identitas komunal, dan menjaga harmoni dalam keberagaman. Dengan demikian, ritual Tibhu Lombe dapat dipahami sebagai warisan budaya yang tidak hanya bernilai adat, tetapi juga relevan sebagai model penguatan persatuan sosial dan pembangunan karakter berbasis kearifan lokal dalam masyarakat Indonesia.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Nilai persatuan, ritual Tibhu Lombe, Suku Toring, Fratelli Tutti, kearifan lokal. |
| Subjects: | 200 – Agama > 260 Teologi sosial dan gerejawi > 261 Teologi sosial 300 – Ilmu Sosial > 390 Adat istiadat, etiket, dan cerita rakyat > 392 Adat istiadat setempat |
| Divisions: | 75101 Filsafat |
| Depositing User: | Mr Floribertus Herichis Wanto Tapo |
| Date Deposited: | 04 Sep 2026 02:18 |
| Last Modified: | 04 Sep 2026 02:18 |
| URI: | http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4411 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
