Makna Kedewasaan dalam Upacara Gua Fa’u dan Ritus Sakramen Krisma: Kajian Antropologis-Teologis Komparatif Pada Suku Nataia, Desa Olaia, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo

WASO, Ironius (2026) Makna Kedewasaan dalam Upacara Gua Fa’u dan Ritus Sakramen Krisma: Kajian Antropologis-Teologis Komparatif Pada Suku Nataia, Desa Olaia, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Undergraduate thesis, IFTK Ledalero.

[img] Text
Ironius Waso_Abstrak.pdf

Download (490kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan dan menganalisis makna kedewasaan yang terkandung dalam upacara Gua Fa’u dalam kehidupan masyarakat Suku Nataia, Desa Olaia, (2) menjelaskan makna kedewasaan dalam Sakramen Krisma sebagai proses pendewasaan iman dalam ajaran Gereja Katolik, dan (3) menjelaskan relevansi Upacara Gua Fa’u dan Ritus Sakramen Krisma dalam perspektif antropologis dan teologis. Penulisan karya ilmiah ini dibuat oleh penulis dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan antropologis dan teologis. Metode kualitatif dibuat dengan studi kepustakaan dan wawancara. Penulis mengumpulkan informasi melalui buku-buku, artikel-artikel, dan dokumen yang berhubungan dengan tema tulisan ini. Penulis juga mencari dan mengumpulkan informasi melalui wawancara dengan beberapa tokoh adat dan tokoh masyarakat yang mengetahui secara mendalam tentang Upacara Gua Fa’u. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan beberapa poin persamaan sebagai berikut. Pertama, Upacara Gua Fa’u dan Sakramen Krisma merupakan perayaan peralihan menuju kedewasaan dan pembentukan identitas di mana individu memperoleh tugas dan tanggung jawab yang harus diemban dalam lingkungan masyarakat. Kedua, Upacara Gua Fa’u dan Sakramen Krisma merupakan perayaan legitimasi dari komunitas masyarakat. Dalam hal ini, Upacara Gua Fa’u dilegitimasi oleh komunitas masyarakat adat Suku Nataia, sedangkan Sakramen Krisma merupakan perayaan legitimasi dari komunitas Gereja melalui Uskup dan disaksikan segenap umat. Ketiga, Upacara Gua Fa’u dan Sakramen Krisma memiliki dimensi simbolik sebagai sarana transformatif manusia. Adapun perbedaan mendasar yang ditemukan dalam penelitian ini ialah sebagai berikut. Pertama, Upacara Gua Fa’u bersumber dari tradisi budaya masyarakat Suku Nataia, sedangkan Sakramen Krisma bersumber dari Kitab Suci, Tradisi Gereja, dan ajaran resmi Gereja. Kedua, Upacara Gua Fa’u melegitimasi individu untuk berperan aktif dan mengemban tugas dan tanggung jawab dalam tatanan masyarakat adat, sedangkan Sakramen Krisma melegitimasi individu untuk bersaksi tentang Kristus dan melayani sesama. Ketiga, basis Sakramen Krisma ialah Roh Kudus di mana individu menerima pencurahan Roh Kudus sebagai tanda pendewasaan iman, sedangkan Upacara Gua Fa’u berbasis pada nilai dan norma adat, serta tradisi leluhur yang diwariskan turun-temurun.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Upacara Gua Fa’u, Suku Nataia, Sakramen Krisma, Roh Kudus, dan Gereja Katolik
Subjects: 300 – Ilmu Sosial > 300 Ilmu sosial > 306 Kultur, ilmu budaya, kebudayaan dan lembaga-lembaga, institusi
Divisions: 75201 Ilmu Filsafat
Depositing User: Maria Yosefina
Date Deposited: 15 May 2026 04:52
Last Modified: 15 May 2026 04:52
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4236

Actions (login required)

View Item View Item