Harkat dan Martabat Kaum Transpuan dalam Perspektif Teologi Moral

HENAKIN, Metodius Junistin Ambala (2026) Harkat dan Martabat Kaum Transpuan dalam Perspektif Teologi Moral. Undergraduate thesis, IFTK Ledalero.

[img] Text
Metodius Junistin ambala Henakin_Abstrak.pdf

Download (152kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman hidup transpuan di Kota Larantuka dan menganalisisnya dengan prinsip-prinsip teologi moral Katolik tentang martabat manusia. Permasalahan yang diangkat di dalam tulisan ini adalah bagaimana masyarakat Larantuka menerima keberadaan transpuan dan diskriminasi yang dialami oleh kelompok transpuan di Larantuka. Tulisan ini juga membahas bagaimana seharusnya Gereja Keuskupan Larantuka menyikapi keberadaan transpuan secara teologis dan pastoral. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, yang dilaksanakan di wilayah Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Subjek penelitian terdiri dari dua orang rohaniwan (pastor), dua orang masyarakat awam, dan empat orang dari komunitas transpuan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumen, sementara analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transpuan di Larantuka diterima oleh masyarakat secara umum sebagai warga biasa, sambil tetap mempertahankan dan tidak melanggar norma-norma kesopanan yang berlaku agar kerukunan sosial tetap terjaga. Walaupun demikian, transpuan masih saja mengalami berbagai bentuk diskriminasi ringan seperti ejekan verbal dari anak-anak muda, cemoohan di tempat umum, serta kesulitan mendapatkan pekerjaan di sektor formal karena stigma yang melekat. Dari sisi keluarga, pola penerimaan terhadap keberadaan transpuan sangat bervariasi, ada keluarga yang menerima dengan syarat tertentu, ada pula yang masih menolak. Dalam konteks gereja, transpuan masih dapat mengikuti perayaan Ekaristi dan menerima komuni, tetapi mereka diharapkan untuk menyesuaikan penampilan agar tidak mencolok. Para pastor yang menjadi narasumber menunjukkan sikap pastoral yang progresif dengan melakukan pendampingan personal, sementara di tingkat umat masih terdapat sikap sinis dan pengucilan sosial. Dari sisi teologi moral, penelitian ini menemukan adanya kesenjangan antara ajaran Gereja tentang penerimaan terhadap pribadi dengan praktik umat yang masih diskriminatif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa harkat dan martabat transpuan di Larantuka diakui secara teoretis, tetapi secara praktis masih sering dilanggar melalui diskriminasi sosial yang halus. Penelitian ini merekomendasikan agar Keuskupan Larantuka menyusun pedoman pastoral khusus untuk pendampingan transpuan, mengadakan lokakarya bagi para pastor dan katekis tentang isu gender, serta memperkuat pengajaran dari mimbar bahwa diskriminasi adalah dosa sosial yang serius. Sedangkan bagi masyarakat, direkomendasikan untuk meningkatkan sikap hormat terhadap sesama tanpa memandang identitas gender dan bagi pemerintah daerah, direkomendasikan untuk membuat kebijakan yang melindungi transpuan dari diskriminasi kerja dan kekerasan berbasis gender.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Harkat, martabat, transpuan, teologi moral, Larantuka, diskriminasi, penerimaan sosial, Gereja Katolik
Subjects: 300 – Ilmu Sosial > 300 Ilmu sosial > 305 Kelompok-kelompok sosial
Divisions: 75201 Ilmu Filsafat
Depositing User: Maria Yosefina
Date Deposited: 13 May 2026 00:59
Last Modified: 13 May 2026 00:59
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4223

Actions (login required)

View Item View Item