LEHAN, Oktofianus (2026) Relevansi Ensiklik Pacem In Terris bagi Perjuangan Gereja Katolik dalam Menegakkan Keadilan dan Perdamaian di Papua. Undergraduate thesis, IFTK Ledalero.
|
Text
Oktofianus Lehan_Abstrak.pdf Download (166kB) |
Abstract
Papua kini dekat kaitannya dengan kasus kekerasan atas nama agama maupun pemerintah. Hal ini menjadi salah satu penyimpangan umat manusia akhir-akhir ini. Mulai dari kisah pemberontakan antar umat beragama sampai kedok pemboikotan lahan masyarakat untuk kepentingan pemerintah dengan berbagai varian cara memberikan cerminan atas merosotnya nilai perdamaian dan keadilan. Pada skala nasional, Papua menjadi semacam “di-anaktiri-kan”, demikian banyak persepsi yang dianut oleh masyarakat sipil. Bukan karena membenci eksistensi Papua sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), melainkan karena melihat dan merasakan perlakuan ketidakadilan dan pelanggaran terhadap Hak dan Martabat orang Papua. Terdapat banyak faktor terkait kasus yang dinilai dan dianggap sebagai “ulah” dari pemerintah. Misalnya kehadiran markas militer yang semakin sering terjadi ke berbagai wilayah di Tanah Papua. Yang ditolak masyarakat adalah sistem militerisasi pemerintah, terutama dalam merespon setiap kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Sistem ini sepertinya menjadi senjata dalam penanganan kasus-kasus Papua, namun kenyataannya hanya memperparah keadaan. Eksistensi manusia mulai diredam oleh pemikiran dan konsep pribadi yang terjerembab dalam konservatisme dan fundamentalisme, agama dan politik atau pun alasan lain yang dianggap tidak berpengaruh. Gereja di Papua sering ditindas dan dipersulit bila mempejuangkan kebenaran dan martabat manusia. Padahal di sana, agama Kristen menempati posisi teratas dari segi kuantitatif dan terlibat dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan di Papua. Artinya peran dan tanggung jawab Gereja sangat besar. Tetapi yang terjadi malah sebaliknya, masih banyak juga yang takut dan diam pada kenyamanan diri sendiri. Dengan situasi demikian, penulis ingin mengkaji sejauh mana peran dan eksistensi Gereja di Papua dalam menegakkan nilai keadilan dan perdamaian dalam terang Ensiklik Pacem In Terris, secara khusus yang merujuk pada konsep Paus Yohanes XXIII tentang Keadilan dan Perdamaian Dunia. Gereja menjadi rumah bagi setiap individu yang mendambakan kedamaian dan cinta kasih.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pacem In Terris, Keadilan, Perdamaian, Kebebasan, Cinta Kasih, Hak Asasi Manusia, Misi Gereja |
| Subjects: | 200 – Agama > 260 Teologi sosial dan gerejawi > 262 Eklesiologi |
| Divisions: | 75201 Ilmu Filsafat |
| Depositing User: | Maria Yosefina |
| Date Deposited: | 12 May 2026 05:16 |
| Last Modified: | 12 May 2026 05:16 |
| URI: | http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4218 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
