Makna Hau Monef dalam Terang Filsafat Intersubjektif Martin Buber

NAIBINA, Gualbertus Alexander (2026) Makna Hau Monef dalam Terang Filsafat Intersubjektif Martin Buber. Undergraduate thesis, IFTK Ledalero.

[img] Text
Gualbertus Alexander Naibina_Abstrak.pdf

Download (190kB)

Abstract

Hau monef adalah simbol dan ritus budaya masyarakat Dawan yang dipahami dan dimaknai sebagai simbol wujud relasi masyarakat Dawan terhadap sang Ilahi (Uis Neno), kepada leluhur (Be’e-Na’i), dan rasa hormat terhadap alam semesta (Uis Neno Pala). Selain simbol Hau Monef dimaknai sebagai simbol makna transendental, simbol ini dimaknai sebagai wujud relasi antar individu yakni persaudaraan dan keterbukaan antar sesama manusia. Dalam kehidupan sosial moderen, relasi antar sesama manusia dan relasi terhadap alam menjadi retak karena kecenderungan hubungan yang bersifat dominatif dan instrumentalisme yang mengaburkan makna relasional di dalamnya. Selain itu, representasi simbol Hau Monef dalam kerangka teologis tertentu, seperti mengaitkan dengan konsep tritunggal, turut menggeser makna asli yang berakar pada pengalaman kultural masyarakat Dawan. Dengan demikian, kepincangan makna yang sebenarnya dalam simbol Hau Monef mengakibatkan masyarakat Dawan tidak lagi menghidupi dan menjiwai makna yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, penulis berupaya untuk mengkaji nilai relasional yang terdapat dalam simbol Hau Monef melalui perspektif filsafat Intersubjektif Martin Buber “I and Thou”, sehingga makna Hau Monef dimurnikan kembali sebagai dasar kehidupan relasional yang autentik. Metode penulisan yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan metode kualitatif melalui wawancara dengan tokoh-tokoh adat masyarakat Dawan. Analisis dilakukan dengan menggunakan dua konsep relasi yaitu relasi “Aku-Engkau”(I-Thou) dan relasi “Aku-Itu”(I-It) untuk memahami kualitas hubungan manusia dalam kehidupan sosial dan spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hau Monef memiliki makna filosofis dalam membangun relasi yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, alam, dan leluhur. Relasi masyarakat Dawan dengan Tuhan (Uis Neno) tampak dalam kesadaran akan kehadiran yang Ilahi sebagai sumber kehidupan. Relasi masyarakat Dawan dengan sesama diwujudkan melalui sikap saling menghormati dan solidaritas dalam kehidupan komunal. Relasi dengan alam ciptaan (Uis Neno Pala) tercermin melalui penghargaan masyarakat Dawan terhadap alam sebagai bagian dari kehidupan yang harus dirawat dan dijaga. Sementara itu, relasi dengan leluhur ( Be’e-Na’i) diwujudkan dalam penghormatan warisan tradisi, nilai, dan identitas budaya yang diakualisasikan dalam praktik adat hingga saat ini. Serangkaian relasi tersebut sejalan dan relevan dengan filsafat Intersubjektif Martin Buber yang menekankan hubungan dialogis, kehadiran, dan menerima kehadiran yang dalam kasih dan cinta sebagai subjek, bukan objek. Dengan demikian, Hau Monef dapat dipahami sebagai kearifan lokal masyarakat Dawan yang mengandung nilai intersubjektif dalam membangun kehidupan yang humanis, ekologis, dan spiritual di tengah tantangan dunia saat ini.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Hau Monef, Masyarakat Dawan, Martin Buber, filsafat Intersubjektif
Subjects: 300 – Ilmu Sosial > 300 Ilmu sosial > 306 Kultur, ilmu budaya, kebudayaan dan lembaga-lembaga, institusi
Divisions: 75201 Ilmu Filsafat
Depositing User: Maria Yosefina
Date Deposited: 13 May 2026 01:47
Last Modified: 13 May 2026 01:47
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4216

Actions (login required)

View Item View Item