NAIBINA, Gualbertus Alexander (2026) Dimensi Dialogis dalam Tradisi Hau Monef pada Masyarakat Dawan: Kajian Filsafat Dialogis Martin Buber. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (821kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (251kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (7MB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (370kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (359kB) |
|
|
Text
BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai relasional yang terkandung dalam simbol Hau Monef pada Masyarakat Dawan melalui perspektif filasafat Intersubjektif Martin Buber. Secara khusus, kajian ini diarahkan untuk (1) mendeskripsikan makna, fungsi dan kedudukan Hau Monef dalam tatanan sosio kultural Masyakat Dawan; (2) mengelaborasi kerangka teoretis filsafat dialogis Buber, mengenai filsafat dialogis “Aku-Engkau” (I and Thou) dan “Aku-Itu” (I It); (3) menganalisis makna simbol Hau Monef dalam terang filsafat tersebut untuk mengungkapkan dimensi relasional dan makna eksistensialnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan metode kualitatif melalui wawancara yang mendalam dengan tokoh-tokoh adat masyarakat Dawan. Analisis dilakukan dengan menggunakan dua konsep relasi sebagai kerangka hermeneutis untuk memahami kualitas hubungan manusia dalam ranah sosial dan spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hau Monef memuat makna filosofis yang membentuk empat arah relasi harmonis masyarakat Dawan. Pertama, relasi dengan Tuhan (Uis Neno) sebagai kesadaran akan kehadiran yang dialogis. Kedua, relasi dengan sesama diwujudkan melalui solidaritas, resiprositas, dan pengakuan terhadap subjektivitas lain. Ketiga, relasi dengan alam ciptaan (Uis Neno Pala) yang memposisikan alam bukan sebagai objek, melainkan sebagai mitra yang harus dirawat. Keempat, relasi dengan leluhur (Be’e-Na’i) sebagai bentuk penghormatan terhadap kontinuitas nilai dan identitas kultural. Keempat relasi tersebut sejalan dengan filsafat Intersubjektif Martin Buber yang menekankan perjumpaan otentik, kehadiran, dan penerimaan dalam kasih dan cinta. Dengan demikian, Hau Monef dapat dipahami sebagai kearifan lokal masyarakat Dawan yang mengandung nilai intersubjektif. Simbol ini relevan sebagai basis etis untuk membangun kehidupan yang humanis, ekologis, dan spiritual di tengah krisis relasional dunia kontemporer.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hau Monef, Intersubjektivitas, Martin Buber, Aku-Engkau, kearifan lokal Dawan. |
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 300 Ilmu sosial > 306 Kultur, ilmu budaya, kebudayaan dan lembaga-lembaga, institusi |
| Divisions: | 75201 Ilmu Filsafat |
| Depositing User: | Maria Yosefina |
| Date Deposited: | 13 May 2026 01:47 |
| Last Modified: | 04 Sep 2026 02:29 |
| URI: | http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4216 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
