Ritus Pati Ka pada Masyarakat Woropadha dalam Hubungannya dengan Sakramen Ekaristi

TONGGO, Antonius Tibo (2026) Ritus Pati Ka pada Masyarakat Woropadha dalam Hubungannya dengan Sakramen Ekaristi. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.

[img] Text
Antonius Tibo Tonggo_Abstrak.pdf

Download (173kB)

Abstract

Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis makna ritus Pati Ka dalam kehidupan masyarakat Woropadha serta hubungannya dengan Sakramen Ekaristi dalam iman Gereja Katolik. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data diperoleh melalui studi pustaka dan penulisan lapangan yang meliputi observasi serta wawancara dengan tokoh adat dan masyarakat Woropadha. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara kritis untuk menemukan kesesuaian makna simbolik antara ritus Pati Ka dan Sakramen Ekaristi. Ritus Pati Ka secara harafiah berarti memberi makan. Ritus ini merujuk pada pemberian makanan kepada nenek moyang atau mereka yang telah meninggal. Tradisi ini juga berkaitan erat dengan kegiatan pertanian, seperti membuka lahan baru dan membangun fasilitas umum atau rumah, dengan tujuan meminta izin dari nenek moyang sehingga setiap usaha membawa hasil yang baik. Melalui Pati Ka, manusia mengakui ketergantungan mereka pada peran leluhur sebagai perantara manusia dan Tuhan. Oleh karena itu, ritus ini masih berhubungan erat dengan Sakramen Ekaristi dalam Gereja Katolik. Ekaristi menjadi pusat kehidupan Gereja, tempat umat beriman ikut ambil bagian dalam kurban Kristus, menerima kekuatan rohani, serta mewujudkan persatuan sebagai umat Allah. Oleh karena itu, Ekaristi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, melainkan menjadi sumber, kekuatan, dan arah seluruh hidup kristiani. Kedua tradisi ini memiliki struktur relasional yang serupa, dengan komunitas manusia, figur perantara, dan realitas transenden sebagai pusat ritus, menunjukkan bahwa subjek dalam dua praktik tidak berdiri sendiri, melainkan berada dalam jaringan relasi yang menyatukan dunia manusia dengan dunia rohani. Hasil penulisan menunjukkan bahwa ritus Pati Ka memiliki makna yang mendalam terkait dengan penghormatan terhadap orang yang meninggal, solidaritas komunal, serta keyakinan akan keberlanjutan kehidupan. Nilai-nilai tersebut memiliki keselarasan dengan makna Sakramen Ekaristi sebagai perayaan iman akan pengorbanan Kristus, persekutuan umat, serta harapan akan kehidupan kekal. Dengan demikian, ritus Pati Ka dapat dipahami sebagai salah satu bentuk iman dan praktik budaya yang saling memperkaya pemahaman umat akan Ekaristi dalam konteks budaya lokal, yakni ritus Pati Ka.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Ritus Pati Ka, Woropadha, Sakramen Ekaristi, Budaya, Teologi Kontekstual
Subjects: 200 – Agama > 260 Teologi sosial dan gerejawi > 264 Ibadat umum
Divisions: 75201 Ilmu Filsafat
Depositing User: Maria Yosefina
Date Deposited: 13 May 2026 01:07
Last Modified: 13 May 2026 01:07
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4187

Actions (login required)

View Item View Item