Ritus Lodo Wua dalam Kebudayaan Masyarakat Boru: Analisis Korelasinya dengan Sakramen Pembaptisan dalam Gereja Katolik

KWURE, Yohanes Kelo (2026) Ritus Lodo Wua dalam Kebudayaan Masyarakat Boru: Analisis Korelasinya dengan Sakramen Pembaptisan dalam Gereja Katolik. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.

[img] Text
Yohanes Kelo Kwure_Abstrak.pdf

Download (199kB)

Abstract

Tulisan ini mengkaji ritus Lodo Wua dalam kebudayaan masyarakat Boru serta korelasinya dengan Sakramen Pembaptisan dalam Gereja Katolik. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa masyarakat Boru masih memelihara ritus-ritus adat yang sarat makna religius dan simbolik, khususnya dalam peristiwa kelahiran. Di sisi lain, Gereja Katolik memiliki Sakramen Pembaptisan sebagai ritus inisiasi yang menandai kelahiran baru dalam iman. Kesamaan simbolik antara keduanya membuka peluang refleksi teologis dalam terang inkulturasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi lapangan melalui wawancara serta studi kepustakaan terhadap dokumen Gereja dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritus Lodo Wua merupakan upacara adat yang berfungsi sebagai ungkapan syukur atas kelahiran anak, sarana penyucian, serta media integrasi sosial dan religius ke dalam komunitas dan relasi dengan leluhur. Ritus ini dilaksanakan melalui tahapan-tahapan yang terstruktur, meliputi upacara pelantikan, upacara korban, dan upacara perdamaian, yang sarat dengan simbol seperti air, sirih pinang, doa adat, dan persembahan. Sementara itu, Sakramen Pembaptisan dalam Gereja Katolik dipahami sebagai sakramen inisiasi yang menghadirkan kelahiran baru dalam Kristus, penghapusan dosa, serta pengintegrasian ke dalam Gereja. Pembaptisan memiliki struktur liturgis yang sistematis dan menekankan dimensi rahmat ilahi yang bersumber dari karya keselamatan Yesus Kristus. Analisis menunjukkan adanya kesamaan mendasar antara ritus Lodo Wua dan Sakramen Pembaptisan, terutama dalam makna penyucian, kelahiran baru, dan pengakuan akan kuasa ilahi. Namun demikian, terdapat perbedaan fundamental pada dasar teologisnya, di mana Lodo Wua berakar pada kepercayaan adat dan relasi dengan leluhur, sedangkan pembaptisan berakar pada iman akan Allah Tritunggal dan karya keselamatan Kristus. Relevansi penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan inkulturasi dalam kehidupan Gereja, yaitu dengan menggali nilai-nilai positif dari budaya lokal sebagai sarana memperdalam penghayatan iman tanpa mengaburkan ajaran Gereja. Dengan demikian, ritus Lodo Wua dapat menjadi jembatan kultural dalam memahami Sakramen Pembaptisan secara lebih kontekstual bagi masyarakat Boru.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Ritus Lodo Wua, Sakramen Pembaptisan, Kebudayaan Boru, Inkulturasi, Gereja Katolik
Subjects: 300 – Ilmu Sosial > 300 Ilmu sosial > 306 Kultur, ilmu budaya, kebudayaan dan lembaga-lembaga, institusi
Divisions: 75201 Ilmu Filsafat
Depositing User: Maria Yosefina
Date Deposited: 13 May 2026 05:38
Last Modified: 13 May 2026 05:38
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4178

Actions (login required)

View Item View Item