DHEDHE, Ferdinandus (2026) Memahami Pohon Embu Di Kampung Kediwatuwea, Keotengah, Nagekeo Dalam Prespektif Teori Emile Durkheim Tentang Totem. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.
|
Text
Ferdinandus Dhedhe_Abstrak.pdf Download (165kB) |
Abstract
Skripsi ini mengkaji totemisme pohon embu (Cassia fistula) dan peo sebagai emblem totemik di Kampung Kediwatuwea, Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, dalam perspektif teori sosiologi agama Émile Durkheim. Pohon embu diyakini masyarakat Kediwatuwea sebagai personifikasi leluhur perempuan sumber kekuatan spiritual klan sekaligus ibu yang merawat seluruh keturunannya. Dari pohon embu inilah lahir peo, artefak sakral yang berdiri tegak di tengah kampung sebagai emblem totemik tertinggi, yakni pusat konsentrasi energi sakral, simbol persatuan klan, dan titik pertemuan antara dunia manusia dengan dunia para leluhur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi melalui wawancara mendalam bersama kepala adat dan tokoh masyarakat Kediwatuwea, didukung studi kepustakaan atas karya Durkheim, terutama The Elementary Forms of Religious Life (1912). Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, pohon embu memenuhi seluruh kriteria totem tumbuhan Durkheim sebagai representasi kolektif klan yang dilindungi sistem tabu ketat dan menjadi dasar identitas sosial serta eksogami. Kedua, peo sebagai emblem totemik berfungsi sejajar dengan churinga dalam totemisme Aborigin Australia ritual pengiringnya seperti pala peo, keo pondo, ti'i ka, dan pati ae terbukti menghasilkan collective effervescence yang memperbarui solidaritas sosial klan. Ketiga, sistem totemik embu dan peo mengorganisir tatanan kosmis dan sosial secara menyeluruh, mencakup tata ruang kampung, identitas suku, dan kepemilikan tanah ulayat (tana ko'o ine embu). Penelitian ini menyimpulkan bahwa totemisme embu dan peo di Kediwatuwea adalah sistem sosio-religius yang hidup dan fungsional, sepenuhnya sejajar dengan teori Durkheim lintas budaya.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Totemisme, pohon embu, peo, emblem totemik, Kediwatuwea, Émile Durkheim, collective effervescence, solidaritas social |
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 300 Ilmu sosial > 306 Kultur, ilmu budaya, kebudayaan dan lembaga-lembaga, institusi |
| Divisions: | 75201 Ilmu Filsafat |
| Depositing User: | Maria Yosefina |
| Date Deposited: | 13 May 2026 05:36 |
| Last Modified: | 13 May 2026 05:36 |
| URI: | http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4175 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
