Menelisik Makna Ritus Lodo Huer dalam Terang Kitab 2 Makabe 12: 38-45 dan Implikasinya Terhadap Pemahaman Tentang Indulgensi pada Masyarakat Watublapi

SELVINO, Martinus Paskalis (2026) Menelisik Makna Ritus Lodo Huer dalam Terang Kitab 2 Makabe 12: 38-45 dan Implikasinya Terhadap Pemahaman Tentang Indulgensi pada Masyarakat Watublapi. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.

[img] Text
Martinus Paskalis Selvino_Abstrak.pdf

Download (159kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna penyucian arwah dalam ritus lodo huer masyarakat Watublapi dalam terang Kitab 2 Makabe 12: 38-45 tentang korban penebusan dosa serta implikasinya terhadap pemahaman tentang indulgensi pada masyarakat Watublapi. Penulis juga akan menjelaskan simbol-simbol dalam ritus lodo huer sebagai perwujudan dari upaya permohonan indulgensi bagi arwah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan dan wawancara. Dengan pendekatan kepustakaan, penulis fokus untuk mempelajari buku-buku, artikel, dokumen dan berbagai literatur yang berkaitan langsung dengan tema penulisan karya ini. Sedangkan dalam pendekatan wawancara, penulis fokus pada penggalian informasi seputar tema penulisan karya ini melalui beberapa narasumber kunci yang telah dipercaya oleh masyarakat setempat. Berdasarkan hasil analisis atas sumber-sumber tersebut, penulis menarik kesimpulan bahwa pelaksanaan ritus lodo huer pada hakikatnya memiliki persamaan yang kuat dengan praktik mempersembahkan korban penghapus dosa dalam kitab 2Makabe 12:38-45, yakni dalam kaitannya dengan pandangan eskatologis tentang kematian manusia, pelaksanaan ritus sebagai sarana memohon penebusan bagi arwah dari dosa, dan partisipasi orang-orang masih hidup dalam ritus sebagai bentuk solidaritas dalam mendukung arwah memperoleh penebusan. Selain itu, relevansi antara ritus lodo huer dengan korban penghapus dosa dalam 2 Makabe 12:38-45 ini juga serentak menjadi titik tolak dalam memahami ajaran Gereja Katolik mengenai indulgensi, khususnya bagi orang yang telah meninggal. Dalam hal ini, indulgensi bagi orang yang meninggal merupakan simbol solidaritas rohani Gereja dalam membantu memohonkan pengampunan bagi saudara-saudara seiman yang telah meninggal melalui praktik doa dan tindakan rohani lainnya. Bertolak dari realitas tersebut, pelaksanaan ritus lodo huer sebagai ritus penyucian arwah sesungguhnya memiliki paralelisme dengan praktik doa dan tindakan rohani Gereja bagi jiwa-jiwa orang beriman yang telah meninggal. Hubungan ini diperlihatkan sebagai sarana utama dalam membantu memohonkan indulgensi bagi orang yang telah meninggal dunia. Dengan kata lain, pelaksanaan ritus lodo huer juga merupakan bentuk upaya untuk memohonkan indulgensi bagi orang yang telah meninggal.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Ritus Lodo Huer, Kitab 2 Makabe 12:38-45, dan Indulgensi
Subjects: 300 – Ilmu Sosial > 390 Adat istiadat, etiket, dan cerita rakyat > 392 Adat istiadat setempat
Divisions: 75201 Ilmu Filsafat
Depositing User: Maria Yosefina
Date Deposited: 13 May 2026 04:53
Last Modified: 13 May 2026 04:53
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4174

Actions (login required)

View Item View Item