Makna Religius Kematian Tuhan Dalam Filsafat Nietzsche Dan Implikasinya Bagi Masyarakat Dewasa Ini

WAHANG, Claudius Mario Aldi Lodan (2026) Makna Religius Kematian Tuhan Dalam Filsafat Nietzsche Dan Implikasinya Bagi Masyarakat Dewasa Ini. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (688kB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (383kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (452kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (444kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (549kB)
[img] Text
BAB V-DAFTAR PUSTAKA .pdf

Download (385kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan menjelaskan Kematian Tuhan dalam filsafat Nietzsche (2) mengkaji makna religius dari gagasan kematian Tuhan dan (3) implikasinya bagi kehidupan iman masyarakat dewasa ini. Pernyataan “Tuhan telah mati” tidak dimaksudkan sebagai penyangkalan ontologis terhadap keberadaan Tuhan, melainkan sebagai kritik terhadap runtuhnya otoritas nilai-nilai absolut dalam kehidupan modern akibat rasionalitas, sekularisme, dan perkembangan zaman, yang pada akhirnya melahirkan nihilisme sebagai situasi kehilangan makna hidup. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menelaah latar belakang pemikiran Nietzsche serta konsep-konsep kunci seperti kehendak untuk berkuasa, resentimen, moralitas tuan dan budak, dan Übermensch. Adapun tujuan penelitian ini adalah menjelaskan konsep kematian Tuhan, mengungkapkan makna religius yang terkandung di dalamnya, serta menganalisis implikasinya bagi kehidupan iman masyarakat kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gagasan kematian Tuhan membuka ruang refleksi kritis terhadap praktik keagamaan yang cenderung formalistik. Kematian Tuhan dimaknai sebagai ajakan untuk membangun iman yang dewasa, yakni iman yang sadar, bebas, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, iman tidak lagi sekadar ketaatan pada aturan eksternal, melainkan menjadi komitmen personal yang autentik dan reflektif. Implikasinya, masyarakat dewasa ini dituntut mengembangkan sikap kritis dalam menghayati iman tanpa kehilangan dimensi spiritualnya. Iman yang dewasa tidak bertentangan dengan rasionalitas, tetapi tumbuh dalam dialog dengan dinamika zaman sehingga tetap relevan tanpa kehilangan orientasi pada Wujud Tertinggi.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Kematian Tuhan, nihilisme, iman, modernitas, Übermensch
Subjects: 100 - Filsafat dan Psikologi > 100 Filsafat > 101 Teori filsafat
Divisions: 75201 Ilmu Filsafat
Depositing User: Maria Yosefina
Date Deposited: 13 May 2026 05:35
Last Modified: 01 Sep 2026 03:05
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4172

Actions (login required)

View Item View Item