Memahami Tarian Caci Sebagai Representasi Kohesi Sosial Masyarakat Manggarai Menurut Ensiklik Fratelli Tutti

SYUKUR, Florianus (2026) Memahami Tarian Caci Sebagai Representasi Kohesi Sosial Masyarakat Manggarai Menurut Ensiklik Fratelli Tutti. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.

[img] Text
Florianus Syukur_Abstrak.pdf

Download (350kB)

Abstract

Tulisan ini bertolak dari keprihatinan atas menguatnya kecenderungan individualisme dan fragmentasi sosial masyarakat kontemporer yang berimplikasi pada melemahnya kohesi sosial. Dalam konteks tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis tarian caci sebagai representasi kohesi sosial bagi masyarakat Manggarai serta menafsirkan relevansinya dalam terang Ensiklik Fratelli Tutti. Tarian caci tidap dapat dipahami sebagai ekspresi estetis semata, melainkan sebagai praktik simbolik yang mengandung struktur makna sosial, kultural, dan relasional yang kompleks. Dibalik gerakan fisik yang dinamis dan penuh tantangan, tarian caci menyimpan mekanisme sosial yang kompleks dalam menjaga keharmonisan dan integrasi kelompok. Dalam proses penyusunan skripsi ini, penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif. Dalam proses itu, penulis berusaha menggali lebih jauh dengan membaca buku-buku, dokumen, jurnal, skripsi, internet, dan wawancara dengan beberapa narasumber yang berkaitan dengan topik yang dibahas oleh penulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tarian caci bukan sekedar aktivitas ritual atau hiburan yang mempertontonkan aspek estetiknya, melainkan sebagai suatu praktik simbolik yang meneguhkan kohesi sosial melalui pola interaksi yang terstruktur, seperti dialog fisik yang terkontrol, pengakuan martabat sesama, serta ritus rekonsiliasi yang menegaskan kembali relasi komunal. Dalam perspektif Fratelli Tutti, nilai-nilai yang terkandung dalam tarian caci, seperti solidaritas, persaudaraan, dan dialog mencerminkan prinsip-prinsip dasar kehidupan sosial yang berorientasi pada penghormatan terhadap martabat manusia dan kebaikan bersama. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa tarian caci memiliki signifikansi epistemologis dan praksis sebagai model lokal yang konkret dalam membangun dan merawat kehosi sosial. Oleh karena itu, diperlukan upaya reinterpretasi kritis dan revitalisasi kontekstual agar tarian caci tetap relevan sebagai praksis budaya yang tidak hanya dilestarikan secara formal, tetapi juga dihidupi sebagai sarana transformasi sosial yang selaras dengan visi persaudaraan universal sebagaimana ditegaskan dalam Ensiklik Fratelli Tutti.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Tarian Caci, Kohesi Sosial, Manggarai, Fratelli Tutti, dan Solidaritas
Subjects: 300 – Ilmu Sosial > 300 Ilmu sosial > 306 Kultur, ilmu budaya, kebudayaan dan lembaga-lembaga, institusi
Divisions: 75201 Ilmu Filsafat
Depositing User: Maria Yosefina
Date Deposited: 13 May 2026 05:17
Last Modified: 13 May 2026 05:17
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4162

Actions (login required)

View Item View Item