FON, Wilfridus (2026) Relevansi Filsafat Demokrasi Aristoteles di Tengah Retrogresi Demokrasi Era Reformasi di Indonesia. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.
|
Text
Abstrak Skripsi (2).pdf Download (161kB) |
Abstract
Penelitian ini berikhtiar untuk (1) mendeskripsikan filsafat demokrasi Aristoteles, (2) mengkaji kekhasan demokrasi Aristoteles, (3) meneropong realitas retrogresi demokrasi era reformasi di Indonesia, dan (4) menelaah relevansi filsafat demokrasi Aristoteles di tengah retrogresi demokrasi era reformasi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Objek penelitian ialah filsafat demokrasi Aristoteles dan peristiwa retrogresi demokrasi era reformasi di Indonesia. Sumber data diperoleh dari buku-buku, artikel jurnal, dan artikel dari internet yang terbukti validitasnya. Pecahnya revolusi 1998 yang mendongkel Soeharto dari tampuk kekuasaan menjadi tonggak lahirnya demokrasi era reformasi yang menjunjung kesetaraan, kebebasan, keadilan sosial, dan perdamaian. Di era demokrasi reformasi, hak-hak politik seperti berpartisipasi dalam pemilihan umum, hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum, hak untuk berserikat, dan hak untuk mengontrol kekuasaan politik mulai terakomodasi dengan baik. Namun, dalam perjalanan waktu, komitmen dan penghormatan terhadap nilai-nilai dan lembaga-lembaga demokrasi mulai tergerus sehingga aneka politik menyimpang seperti menguatnya politik identitas, pemilihan umum yang tidak demokratis, mengakarnya praktik KKN, maraknya manipulasi hukum, pembungkaman pers dan oposisi turut moronai jagat politik di Indonesia. Konsekuensi logisnya, pertumbuhan demokrasi era reformasi terhambat dan mengalami retrogresi. Di tengah ancaman retrogresi demokrasi era reformasi, filsafat demokrasi Aristoteles mendapat relevansinya yang konkret. Bercokol pada filsafat demokrasi Aristoteles, demokrasi era reformasi dapat selamat dari ancaman retrogresi bila warga negara mentransendensi diri menjadi warga negara yang baik dan manusia yang baik. Selain itu, penyelenggaraan kekuasaan politik seyogyanya mengikuti model kekuasaan tuan terhadap budak, ayah terhadap anak, dan suami terhadap isteri. Varietas-varietas demokrasi seperti menjunjung kedaulatan rakyat, melakukan pemilihan para pejabat yang fair sambil memperhitungkan prinsip meritokrasi dan rekam jejak politik elit politik, mengayomi dan menghormati kebebasan warga negara untuk terlibat dalam pelbagai urusan politik, dan menjadikan hukum sebagai panduan moral dalam menyelenggarakan kekuasaan politik, juga mutlak perlu ditegakkan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Retrogresi Demokrasi Era Reformasi, Aristoteles, Filsafat Demokrasi, Varietas-Varietas Demokrasi |
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 320 Ilmu politik > 321 Sistem pemerintahan dan sistem negara |
| Divisions: | 75201 Ilmu Filsafat > School of Chemistry |
| Depositing User: | Maria Yosefina |
| Date Deposited: | 06 May 2026 02:22 |
| Last Modified: | 06 May 2026 02:22 |
| URI: | http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4150 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
