Autentisitas Eksistensi Manusia Menurut Filsafat Eksistensialisme Soren Kierkegaard dan Kritik Atas Kegelisahan Eksistensi Manusia Di Era Digital.

DE'A, Alexianus (2026) Autentisitas Eksistensi Manusia Menurut Filsafat Eksistensialisme Soren Kierkegaard dan Kritik Atas Kegelisahan Eksistensi Manusia Di Era Digital. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.

[img] Text
Alexianus De’a_ABSTRAK.pdf

Download (263kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menjelaskan eksistensi manusia dalam perspektif filsafat eksistensialisme Soren Kierkegaard beserta pokok pikirannya tentang eksistensi autentik manusia; (2) menguraikan realitas kegelisahan eksistensial manusia dalam ketegangan era digital; dan (3) malakukan analisis kritis panggilan menuju eksistensi sebagai individu autentik di tengah fenomena kegelisahan eksistensial manusia di era digital. Metode yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah metode analitis kritis dan deskriptif kualitatif, yang tergolong dalam studi kepustakaan. Objek penelitian mencakup konsep eksistensi autentik menurut Kierkegaard dan fenomena kegelisahan eksistensial di era digital. Acuan primer dari penelitian ini adalah berbagai karya Kierkegaard, yang didukung oleh acuan sekunder berupa buku, artikel atau jurnal, skripsi, baik bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia yang mengulas pokok pikiran yang relevan. Setelah pengumpulan data, penulis menganalisis penelitian ini bertolak dari rumusan masalah yang ada. Beberapa pokok kesimpulan yang penulis ambil dari hasil penelitian tulisan ini. Pertama, menurut Kierkegaard eksistensi manusia adalah ‘ada’ yang hidup dan bersifat konkret. Eksistensi manusia dihayati secara subjektif dalam proses menjadi (becoming) menuju autentisitas, yang diperjuangkan melalui refleksi batin, pilihan, komitmen, dan tanggung jawab personal.Kedua, kegelisahan eksistensial di era digital mencerminkan bentuk eksistensi yang tidak autentik, karena melemahnya interioritas dan keberanian subjektif individu. Kegelisahan di era digital adalah kondisi yang bebas dari pergulatan subjektif atau interioritas diri. Eksistensi manusia tidak dijalankan dengan penuh keberanian dan tanggung jawab personal. Ketiga, menjadi individu yang autentik adalah panggilan untuk memelihara keutuhan dan kesejatian diri sebagai subjek dan individu di tengah berbagai kompleksitas era digital. Hal yang dikritisi adalah kualifikasi subjektivitas eksistensi manusia cendrung diabaikan dan dileburkan dengan berbagai gaya hidup digitalitas. Bahwa aku yang bereksistensi adalah aku yang ada, hidup, dan terlibat dalam pergumulan eksistensial itu sendiri.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Subjektivitas, Kegelisahan, Era Digital, Eksistensi Autentik dan Soren Kierkegaard
Subjects: 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 600 Teknologi (ilmu terapan) > 601 Filsafat dan teori tentang teknologi dan ilmu terapan
Divisions: 75201 Ilmu Filsafat
Depositing User: Maria Mercyana Lenung
Date Deposited: 13 May 2026 03:31
Last Modified: 13 May 2026 03:31
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4095

Actions (login required)

View Item View Item