BEBURAK, Nikolas (2026) Konflik Perampasan Tanah Adat Masyarakat Adat Pubabu-Besipae, Amanuban Selatan: Tinjauan Kritis Dalam Perspektif Teologi Pembebasan. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.
|
Text
Nikolas Beburak_ABSTRAK.pdf Download (127kB) |
Abstract
Konflik tanah adat antara masyarakat adat dengan negara (pemerintah) merupakan persoalan serius yang semakin marak terjadi. Tindakan pencaplokan tanah adat oleh pemerintah dengan dalih pembangunan tidak hanya mengancam eksistensi masyarakat adat, tetapi juga merupakan bentuk pengingkaran terhadap hak asasi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menyoroti konflik tanah adat yang dialami oleh masyarakat adat Pubabu-Besipae, Amanuban Selatan, dalam perspektif teologi pembebasan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang dilengkapi dengan observasi lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dua cara. Pertama, pemanfaatan data sekunder yang bersumber dari buku buku, jurnal ilmiah, serta berbagai artikel media daring dan luring yang dianalisis secara kualitatif. Kedua, observasi langsung di lokasi penelitian, yakni di Pubabu Besipae, Amanuban Selatan, dengan menghubungi para informan untuk mengkonfirmasi data-data yang diperoleh dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teologi pembebasan dapat dipahami sebagai suara profetik di tengah realitas penindasan, alienasi, dan diskriminasi yang disebabkan oleh kelompok kapitalis maupun negara yang kuat. Melalui penelusuran terhadap konflik masyarakat adat Pubabu-Besipae melawan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, penelitian ini menemukan berbagai tipologi konflik dan faktor penyebabnya, serta menggambarkan peran Gereja sebagai agen pembebas. Penelitian ini menegaskan bahwa Gereja, baik sebagai institusi maupun melalui pribadi-pribadi di dalamnya, hendaknya berani menyuarakan keadilan bagi masyarakat yang tertindas dan terdiskriminasi, khususnya masyarakat adat. Skripsi ini juga mengajak seluruh umat Kristiani untuk terlibat aktif dalam memperjuangkan keadilan dan perdamaian. Dengan demikian, tindakan memperjuangkan keadilan bagi kaum miskin dan tertindas merupakan partisipasi nyata umat Kristiani dalam menghidupi nilai-nilai injili, yakni keadilan, perdamaian, dan cinta kasih di tengah dunia.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Konflik Tanah Adat, Masyarakat Adat Pubabu-Besipae, Pemprov NTT, Teologi Pembebasan, dan Gereja. |
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 390 Adat istiadat, etiket, dan cerita rakyat > 399 Adat istiadat yang berhubungan dengan perang dan diplomasi |
| Divisions: | 75201 Ilmu Filsafat |
| Depositing User: | Maria Mercyana Lenung |
| Date Deposited: | 08 May 2026 00:46 |
| Last Modified: | 08 May 2026 00:46 |
| URI: | http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4052 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
