Kekerasan Dalam Rumah Tangga Ditinjau dari Perspektif Yuridis Kanon 1055-1056 dan Implikasinya Bagi Pelayan Pastoral Perkawinan.

DU'A, Adolfus (2026) Kekerasan Dalam Rumah Tangga Ditinjau dari Perspektif Yuridis Kanon 1055-1056 dan Implikasinya Bagi Pelayan Pastoral Perkawinan. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.

[img] Text
(Adolfus Du’a,_ABSTRAK).pdf

Download (111kB)

Abstract

Penulisan skripsi ini bertujuan untuk 1). Menguraikan dan menjelaskan tentang apa hakikat, tujuan dan sifat-sifat dari perkawinan Katolik. 2). Merumuskan dan menguraikan pengertian KDRT, faktor-faktor penyebab KDRT, dan dampak-dampak dari KDRT. 3). Menganalisis tentang KDRT yang ditinjau dari perspektif yuridis Kanon 1055-1056 serta implikaisnya bagi pelayan pastoral. Metode yang penulis gunakan dalam pengerjaan skripsi ini ialah studi kepustakaan. Melalui studi kepustakaan, penulis menganalisis berbagai sumber informasi dari dokumen Gereja, buku-buku ilmiah dan juga jurnal ilmiah. Melalui studi kepustaakn penulis di dorong untuk menganlisis secara kritis dan tajam tentang persoalan yang terjadi. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa KDRT merupakan pelanggaran berat dan langsung terhadap seluruh hakikat, tujuan, dan siafat perkawinan Katolik sebagaimana dirumuskan dalam Kanon 1055 dan 1056. Tindakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga ini menghancurkan persekutuan kasih yang seharusnya menjadi inti perkawinan, merusak kesejahteraan suami-istri, mengganggu prokreasi dan proses pendidikan anak, mengkhianati sifat kesatuan perkawinan, serta menodai dimensi sakramental yang seharusnya memancarakan kasih Kristus. Dengan demikian, KDRT bukan hanya pelanggaran terhadap hukum negara, tetapi juga pelanggaran terhadap hakikat, tujuan serta sifat-sifat perkawinan dalam Gereja Katolik. Berhadapan dengan persoalan ini, Gereja Katolik melalui pelayanan pastoral perkawinan dipanggil untuk mengambil peran yang aktif dan nyata. Implikasi pastoral yang dihasilkan dari kajian ini bergerak melalui dua arah yaitu, melalaui usaha preventif dan usaha kuratif. Secara preventif, Gereja perlu memperkuat program kursus pra- nikah yang lebih baik lagi dan berkualitas, melakukan penyelidikan kanonik yang yang serius, serta menanamkan nilai-nilai kesetaraan martabat pria dan wanita dalam katekese keluarga. Sedangkan secara kuratif, Gereja perlu hadir mendampingi korban KDRT secara holistik, membina para pelaku agar bertobat, dan berubah,mendampingi korban, serta membangun kerja sama yang baik dan erat dengan lembaga sosial dan aparat penegak hukum demi memastikan perlindungan dan keadilan bagi setiap korban.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Perkawinan Katolik, Kekerasan Dalam Rumah Tangga, dan Pastoral Perkawinan.
Subjects: 200 – Agama > 200 Agama > 200 Agama
Divisions: 75201 Ilmu Filsafat
Depositing User: Maria Mercyana Lenung
Date Deposited: 06 May 2026 04:43
Last Modified: 06 May 2026 04:43
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/4019

Actions (login required)

View Item View Item