Implikasi Praktik Legalisme Otokrasi terhadap Kemunduran Demokrasi Di Indonesia.

PONDANG,, Fransisco Salvedorein (2026) Implikasi Praktik Legalisme Otokrasi terhadap Kemunduran Demokrasi Di Indonesia. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.

[img] Text
Fransisco Salvedorein Pondang_ ABSTRAK.pdf

Download (108kB)

Abstract

Penelitian ini mempunyai tiga tujuan, yakni (1) memamparkan Praktik Legalisme Otokrasi dalam pandangan Kim Lane Scheppele, (2) memaparkan demokrasi dan kemunduran demokrasi di Indonesia, dan (3) memahami kemunduran demokrasi dalam perspektif legalisme otokrasi dalam pandangan Kim Lane Scheppele. Dalam Penelitian ini, penulis menggunakan motede kualitaitf dengan pendekatan studi pustaka. Penulis menganalisis kemunduran demokrasi dengan pandangan Kim Lane Scheppele. Oleh karena itu, sumber primer dalam penelitian ini adalah tulisan-tulisan Kim Lane Scheppele pada beberapa jurnal. Kemudian, penulis juga menggunakan sumber sekunder untuk mendukung analisis penulis, berupa buku, jurnal, artikel dan artikel surat kabar. Penelitian ini secara umum membahas bagaimana kemunduran demokrasi di Indonesia. Indonesia mengalami pelemaham demokrasi sehingga cenderung otoriter. Kemunduran demokrasi di Indonesia bisa dianalisis dengan menggunakan pandangan Kim Lane Scheppele, tentang praktik otokrasi. Kim Lane Scheppele menjelaskan bagaimana otokrasi bekerja dalam demokrasi, yang kemudian mengikis prinsip-prinsip demokrasi. Kim Lane Scheppele menyebutnya sebagai praktik legalisme otokrasi. Penulis menemukan bahwa legalisme otokrasi mengikis kebebasan sipil dan hak politik. Kebebasan sipil berkaitan dengan kebebasan berbicara dan berserikat, kebebasan pers, dan hak pribadi, sementara hak politik berupa sirkulasi pemilu, partisipasi publik, dan fungsi pemerintahan. Legalisme otokrasi justru melakukan perusakan kredibilitas pemilu, pelemaham oposisi, pembungkaman pers, pembatasan kebebasan berbicara dan berserikat, minimnya ruang partisipasi, dan kegagalan fungsi pemerintahan. Praktik legalisme otokrasi sudah mulai muncul dalam pemilu yang syarat populisme. Setelah itu, pemimpin terpilih akan menggunakan praktik legalisme otokrasi untuk melemahkan kedudukan oposisi. Langkah selanjutnya, Pers harus dibungkam melalui UU ITE dan konglomerasi media. Bersamaan dengan itu, kebebasan berpendapat dan berserikat juga dibatasi melalui beragam produk kontroversial. Fungsi pemerintahan juga tidak bisa berjalan dengan baik karena lemahnya komitmen pada pemberantasan korupsi. Partisipasi mayarakat juga dicap sebagai antek asing. Kemunduran demokrasi di Indonesia terjadi karena praktik legalisme otokrasi. Hal ini kemudian melengkapi penelitian sebelumnya, bahwa kemunduran demokrasi disebabkan oleh aktor, struktur, dan pengabaian masyarakat. Oleh karena itu, aktor politik memanfaatkan praktik legalisme otokrasi untuk melanggengkan otokrasi di Indonesia.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Kekuasan, Legalisme Otokrasi, Kemunduran Demokrasi, Hukum, Kebebasan
Subjects: 300 – Ilmu Sosial > 320 Ilmu politik > 321 Sistem pemerintahan dan sistem negara
Divisions: 75201 Ilmu Filsafat
Depositing User: Mr Floribertus Herichis Wanto Tapo
Date Deposited: 07 Apr 2026 23:43
Last Modified: 07 Apr 2026 23:43
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/3979

Actions (login required)

View Item View Item