LAPILIA, Alexander Tuebura (2026) Perselisihan Seputar Universalitas Hak Asasi Manusia dan Pluralitas Budaya: Upaya Menemukan Solusi Melalui Pendekatan Etika Derita Peter L. Berger. Undergraduate thesis, IFTK LEDALERO.
|
Text
Alexander Tuebura Lapilia_ABSTRAK.pdf Download (13kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan alternatif solusi dari perselisihan seputar universalitas HAM dan pluralitas budaya melalui pendekatan etika derita yang dikemukakan Peter L. Berger. Tiga poin penting yang dibahas: Pertama, mendeskripsikan perselisihan seputar universalitas hak asasi manusia dan pluralitas budaya. Kedua, menjelaskan gagasan Peter L. Berger tentang etika derita dalam politik pembangunan. Ketiga, menjelaskan bagaimana etika derita Peter L. Berger dapat menjadi kerangka etik baru yang dapat mendasari universalitas HAM pada penderitaan manusia. Penulisan karya ilmiah ini menggunakan metode penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan terhadap berbagai literatur yang sudah diterbitkan. Perselisihan antara universalitas Hak Asasi Manusia (HAM) dan pluralitas budaya merupakan salah satu isu paling krusial dalam diskursus etika dan hukum internasional. Universalitas HAM berangkat dari keyakinan bahwa terdapat nilai-nilai normatif yang berlaku secara transkultural dan melekat pada martabat setiap individu, sedangkan pluralitas budaya menekankan pentingnya relativitas nilai yang terikat pada konteks sosial-historis suatu masyarakat. Ketegangan ini menimbulkan problem serius: universalisme kerap dituduh bersifat hegemonik karena berakar pada tradisi Barat, sementara relativisme budaya berpotensi dijadikan dalih untuk membenarkan praktik diskriminatif yang merendahkan martabat manusia. Dengan pendekatan etika derita, penelitian ini menunjukkan bahwa penderitaan manusia dapat dijadikan dasar etis bagi HAM yang bersifat universal karena dapat dikenali lintas budaya, namun tetap memberi ruang bagi keberagaman dalam cara setiap masyarakat merespons penderitaan tersebut. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa penyelesaian perselisihan antara universalitas HAM dan pluralitas budaya dapat ditempuh melalui integrasi prinsip-prinsip universal yang berpijak pada pengalaman penderitaan manusia. HAM yang berdasar pada derita diartikulasikan sebagai tanggapan kolektif manusia atas sejarah derita bersama. Implikasi pemahaman ini ialah terbukanya pintu dialog dan kerjasama antar agama, budaya, dan berbagai kelompok masyarakat demi meminimalisir penderitaan sekaligus sebagai usaha melindungi manusia kini dan nanti.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hak Asasi Manusia, Pluralitas Budaya, Universalitas, Etika Derita, Peter L. Berger |
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 320 Ilmu politik > 323 Hak-hak sipil dan politik |
| Divisions: | 75201 Ilmu Filsafat |
| Depositing User: | Mr Floribertus Herichis Wanto Tapo |
| Date Deposited: | 15 Jan 2026 02:10 |
| Last Modified: | 15 Jan 2026 02:10 |
| URI: | http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/3792 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
