Komunikasi Media Massa Jean Baudrillard: Tinjauan, Relevansi dan Kritik.

JEHALI, Yulius Muliadi (2024) Komunikasi Media Massa Jean Baudrillard: Tinjauan, Relevansi dan Kritik. Undergraduate thesis, IFTK Ledalero.

[img] Text
Yulius Muliadi Jehali_ABSTRAKSI.pdf

Download (154kB)

Abstract

Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk (1) menguraikan konsep pemikiran Jean Baudrillard tentang komunikasi media massa, (2) menarik relevansi pemikiran Jean Baudrillard tentang komunikasi media massa dengan berbagai teori media dan fenomena-fenomena yang berhubungan dengan perkembangan media di zaman kontemporer, dan (3) memberikan catatan kritis terhadap konsep komunikasi media massa Jean Baudrillard. Metode yang dipakai penulis dalam pengerjaan karya ilmiah ini adalah metode kualitatif deskriptif. Dalam hal ini, penulis membuat kajian pustaka terhadap berbagai karya Jean Baudrillard seperti The Requiem for Media, Ecstasy of Communication, Simulacra and Simulation, dan lain sebagainya. Studi pemikiran Jean Baudrillard ini juga ditunjang oleh berbagai sumber sekunder lainnya yang membahas tentang Jean Baudrillard, media, dan fenomena-fenomena seputar perkembangan media. Sumber-sumber lain ini berupa buku, jurnal dan artikel. Dalam berbagai karyanya, seperti The Requiem For Media, Ecstasy of Communication, dan Simulacra and Simulation, Jean Baudrillard mengajukan sejumlah tesis dasar tentang realitas komunikasi media massa yang terjadi dalam masyarakat postmodern. Tesis-tesisnya antara lain: (1) Media merupakan efektor-ideologi, (2) media mempromosikan suatu bentuk non-komunikasi atau komunikasi tanpa respon, (3) simulasi tanda dalam bentuk simulakra telah menciptakan model komunikasi tanpa rujukan, (4) media menetralkan makna, dan (5) lenyapnya ruang privat akibat tontonan media. Tesis-tesis dasar Baudrillard ini bertolak dari konsepnya mengenai simulasi dan hiperrealitas. Simulakra tercipta ketika representasi tidak lagi memiliki referensinya dalam realitas nyata, tetapi justru hadir sebagai simulakra murni. Simulakra ini selanjutnya akan menciptakan dunia hiperrealitas yakni ketika tidak ada lagi batas yang jelas antara yang nyata dan yang imajiner, yang asli dan yang palsu. Adapun pemikiran Jean Baudrillard tentang komunikasi media masa sangat relevan terhadap beberapa ilmu, teori dan fenomena dewasa ini yakni: terhadap ilmu semiotika, terhadap teori agenda setting dan literasi media kritis, terhadap fenomena post-truth, echo chamber dan filter bubble, dan deepfake. Di sini pandangan Baudrillard dapat menjadi dasar sekaligus melengkapi kajian atas berbagai fenomena, teori dan bidang ilmu tersebut. Selain itu, sejumlah kritik juga dapat diajukan terhadap pemikiran Baudrillard tentang komunikasi media massa yakni: (1) pemisahan teori media dari kritik terhadap kapitalisme, (2) determinisme teknologi, dan (3) penolakan terhadap potensi emansipatoris media.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Komunikasi Media Massa, Jean Baudrillard, Non-Komunikasi, Simulasi, Hiperrealitas.
Subjects: 100 - Filsafat dan Psikologi > 100 Filsafat > 101 Teori filsafat
Divisions: 75201 Ilmu Filsafat
Depositing User: Mauritsius Moat Pitang
Date Deposited: 29 Apr 2024 07:44
Last Modified: 29 Apr 2024 07:44
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/2193

Actions (login required)

View Item View Item