Tuhan, Tambahkan Iman Kami - Renungan Inspiratif Minggu Biasa ke 27, 2 November 2022.

RAHO, Bernard (2022) Tuhan, Tambahkan Iman Kami - Renungan Inspiratif Minggu Biasa ke 27, 2 November 2022. [Video]

[img] Video (Tuhan, Tambahkan Iman Kami - Renungan Inspiratif Minggu Biasa ke 27, 2 November 2022.)
maxresdefault.jpg - Published Version

Download (159kB)

Abstract

TUHAN, TAMBAHKAN IMAN KAMI Ketika Roncalli dipilih menjadi Paus dalam usianya yang sudah lanjut, banyak orang berpikir bahwa dia hanya merupakan Paus peralihan. Tetapi ternyata Paus yang tua itu membuat banyak kejutan di dalam Gereja. Roncalli yang kemudian dikenal sebagai Paus Yohanes XXIII itusebagai pembaru di dalam dalam kehidupan Gereja. Dialah yang melahirkan motto “aggiornamento” yang berarti Gereja harus senantiasa membarui diri sesuai dengan tuntutan jaman. Sebagai Paus dia selalu percaya pada penyelenggaraan Ilahi. Ia selalu percaya bahwa dirinya adalah alat di tangan Tuhan. Salah satu keputusannya yang paling menggemparkan adalah keberaniannya mengumumkan diadakannya Konsili yaitu sidang agung uskup-uskup sedunia. Diceriterakan bahwa sesudah mengumumkan hal tersebut dia menjadi bingung dan tidak bisa tidur. Tetapi kemudian dalam doa dia mendengar bisikan suara hatinya: “Roncalli, mengapa engkau dan gelisah? Konsili itu adalah urusan Roh Kudus dan bukan urusanmu”. Sejak saat itu dia menyadari keterbatasannya dan akhirnya dia selalu berdoa: “Tuhan, tambahkanlah imanku”. ******** Dalam Injil hari ini, para murid meminta kepada Yesus untuk meneguhkan iman mereka. “Tuhan, tambahkanlah iman kami.” Permintaan murid-murid itu muncul karena mereka tidak mampu mengerjakan mukjizat-mukjizat seperti yang dilakukan oleh Yesus. Mereka berharap bahwa dengan iman yang diperoleh itu, merekapun mampu melakukan mukjizat-mukjizat. Reaksi Yesus atas permintaan para murid itu cukup tenang. Dia tidak memarahi mereka karena permintaannya itu. Sebaliknya Yesus menjawab. “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dia akan taat kepadamu”. Artinya, Yesus tidak berkeberatan kalau mereka juga melakukan mukjizat-mukjizat. Tetapi supaya mereka dapat melakukan mukjizat-mukjizat, mereka harus memiliki iman. Iman macam manakah yang dimaksudkan oleh Yesus, ketika Dia mengatakan hal tersebut? Beriman kepada Allah tidak terutama berarti mempercayai sejumlah formula yang sudah ditetapkan oleh Gereja. Memiliki iman, lebih dari pada mengakui sejumlah kebenaran yang diajarkan oleh Gereja. Kebenaran-kebenaran yang diajarkan oleh Gereja memang penting, tetapi hal yang jauh lebih penting lagi adalah menyerahkan diri kepada Allah sebagai penguasa kehidupan. Iman seperti itu telah dimiliki oleh Abrahan ketika ia harus meninggalkan kampung halamannya dan pergi ke suatu tempat yang ditunjukkan Allah kepadanya. Dia meninggalkan semua kepastian hidup yang telah dimilikinya dan menjelajahi banyak ketidakpastian hanya dengan mengandalkan sabda Allah. Iman yang sama juga dimiliki oleh Maria ketika ia menyatakan “YA” atas permintaan Allah menjadi ibu Tuhan, walaupun hal itu bertentangan dengan akal sehat. Iman seperti itulah yang harus dimiliki oleh para murid Yesus, yakni menyerahkan diri secara total kepada Allah. ******* Dalam Injil tadi, para murid berdoa supaya iman mereka ditambahkan agar menjadi kuat. Mereka itu tidak berdoa supaya memperoleh kekayaan atau kesejahteraaan hidup. Mereka juga tidak berdoa memohon hidup yang lebih nyaman. Sebaliknya mereka berdoa supaya diberi iman yang teguh. “Tuhan, tambahkanlah iman kami”. Mungkin cara dan isi doa para murid ini dapat kita pakai sebagai cermin untuk melihat cara doa kita sendiri. Bagaimanakah praktek doa kita selama ini? Mungkin banyak dari antara kita yang berdoa ketika mengalami kesulitan-kesulitan di dalam hidup. Allah dilihat sebagai sumbat botol yang digunakan selama kita membutuhkannya. Apabila keadaan menjadi normal kembali, kita melupakan peran Allah di dalam hidup. Seorang beriman adalah dia yang meninggalkan segala jaminan hidupnya dan menyerahkan diri hanya kepada Allah. Dia mengakui Allah sebagai penyelenggara ilahi di dalam hidupnya. Kepada Allah yang demikianlah kita boleh berdoa: “Tuhan, tambahkanlah iman kami." Tuhan memberkati kita. Amen.”

Item Type: Video
Uncontrolled Keywords: Renungan Inspiratif, Renungan Katolik, Inspirasi Sabda, Khotbah, Santapan Sabda, Minggu Biasa ke 27, Bernardus Raho, Sabda Allah
Subjects: 200 – Agama > 200 Agama > 202 Ajaran
Divisions: 77101 Ilmu Agama/Teologi Katolik
Depositing User: Bernardus Raho
Date Deposited: 13 Mar 2024 00:10
Last Modified: 13 Mar 2024 00:25
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/2128

Actions (login required)

View Item View Item