Menerima Tantangan Yesus, Renungan Inspiratif Minggu Biasa ke 23, 4 Sepember 2022.

RAHO, Bernard (2022) Menerima Tantangan Yesus, Renungan Inspiratif Minggu Biasa ke 23, 4 Sepember 2022. [Video]

[img] Video
maxresdefault.jpg - Published Version

Download (159kB)

Abstract

MENERIMA TANTANGAN YESUS Elisa rupanya seorang petani yang cukup kaya. Ia mempunyai sejumlah buruh tani dan 12 pasang sapi pembajak. Pada suatu hari bersama-sama buruhnya ia sibuk membajak ladangnya. Ia membajak dengan pasangan sapi yang terakhir. Pada saat itulah Nabi Elia yang terkenal di seluruh Israel melewati ladangnya. Tanpa berbicara sepatah kata pun, Elia meninggalkan mantol nabinya dan melemparnya ke pundak Elisa. Elisa tertegun, ia mengerti dengan baik makna dari tindakan Elia melemparkan mantol nabinya ke pundaknya. Tindakan itu berarti Tuhan telah memanggilnya menjadi nabi lewat nabi-Nya Elia. Buru-buru ia mengejar nabi Elia dan meminta pamit dengan orangtuanya. Tetapi rupanya sang nabi tidak terlalu berkenan. Dia hanya menjawab: “Silahkan, saya tidak melarang engkau!” Panggilan Tuhan rupanya tanpa syarat, harus serentak ditaati. Elisa cepat kembali ke ladangnya, lalu menyembelih semua sapinya. Bajaknya dipotong-potong dan dibelahnya untuk menjadi kayu api untuk memanggang daging sapi itu. Kemudian daging-daging sapi itu dibagikan-bagikan kepada semuanya. Dengan semua itu dia ingin mengucapkan selamat tinggal kepada semua kenangan dan keterikatannya pada masa lampau. Tanpa beban dia kini mengikuti sang nabi Allah untuk menjadi orang yang terpanggil. ********* Panggilan Tuhan senantiasa bersifat tegas dan mendesak, serta menuntut kita untuk mengikuti-Nya tanpa syarat. Hal yang sama terjadi juga dalam Injil hari ini ketika Yesus menuntut orang-orang yang mengikuti-Nya untuk meninggalkan orangtua, saudara-saudari dan orang-orang yang dikasihinya. Pada waktu itu, Yesus sedang dalam perjalanan menuju Yerusalem dan banyak orang mengikuti-Nya. Yesus lalu mengambil kesempatan itu untuk memberi peringatan dan menantang mereka tentang makna dari perjalanan-Nya ke Yerusalem. Mengikuti Dia berarti siap sedia mengasihi Dia lebih dari segala sesuatu, bahkan lebih dari orang yang paling kita kasihi karena hubungan darah. Injil menggunakan kata yang bagi telinga kita kedengarannya aneh yaitu ‘membenci’. Orang tidak boleh membenci orangtuanya agar tidak dianggap sebagai anak durhaka. Tetapi apa maksud Yesus ketika Dia menggunakan kata itu? Yesus menggunakan kata itu hanya untuk menyadarkan kita bahwa cinta kepada Yesus bisa menimbulkan bentrokan antara orang-orang yang paling kita cintai. Apabila kita tidak mencintai Yesus di atas segala sesuatu, kita tidak dapat menjadi murid-Nya. Mengikuti Yesus, dengan demikian berarti memanggul salib setiap hari. Orang harus siap dipermalukan, direndahkan, bahkan disalibkan oleh orang lain. Hal-hal seperti ini kurang kita rasakan di sini karena kita adalah mayoritas. Tetapi di tempat lain di mana kita menjadi minoritas, kita sungguh merasakan apa artinya dipermalukan atau direndahkan karena mengikuti Yesus. Di tempat-tempat seperti itu mengikuti berarti soal hidup dan mati. Tidak sedikit orang yang mengorbankan hidup karena mengikuti Yesus. ******** Pada hari ini, kita membuka perayaan bulan kitab suci nasional. Selama Bulan Kitab Suci Nasional kita hendaknya menyiapkan waktu secara khusus untuk mendekatkan diri dengan Sabda Allah yang ada di dalam Kitab Suci. Tidak sedikit orang yang berhasil mengubah hidupnya setelah membaca kitab suci. Salah satu contoh adalah Ibu Manurung dalam salah satu episode Acara Kick Andy Show di Metro TV. Dia mengubah hidupnya setelah dia membaca teks Kitab Yesaya. Nona berumur 18 tahun ketika ibunya meninggal dan ayahnya pergi meninggalkan dia dan adik-adiknya yang masih kecil-kecil. Berulang kali dia berusaha bunuh diri, tetapi kemudian dia membatalkan niatnya karena kasihan dengan adik-adiknya yang masih kecil-kecil. Tetapi hidupnya mulai berubah setelah dia membaca nas Kitab Yesaya yang berbunyi: “Sekalipun ayah dan ibumu meninggalkan engkau, Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau”, sabda Yahwe. Setelah membaca teks itu dia menjadi tegar dan berhasil membesarkan adik-adiknya sampai semua mandiri dan berkeluarga. Marilah dalam bulan Kitab Suci ini, kita menyiapkan waktu khusus untuk membaca Kitab Suci dengan penuh iman dan niscaya hidup kita akan berubah. Tuhan memberkati kita. Amin

Item Type: Video
Uncontrolled Keywords: Renungan, Homili, Khotbah, Inspirasi Sabda, Minggu Biasa 23, Katholik, Bernardus Raho
Subjects: 200 – Agama > 200 Agama > 202 Ajaran
Divisions: 77101 Ilmu Agama/Teologi Katolik
Depositing User: Bernardus Raho
Date Deposited: 13 Mar 2024 00:07
Last Modified: 13 Mar 2024 00:35
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/2124

Actions (login required)

View Item View Item