Nilai Sosial Ritus Wuat Wa’i dalam Masyarakat Manggarai dan Relevansinya Terhadap Persekutuan Keluarga Kristiani

ANTO, Adrianus (2023) Nilai Sosial Ritus Wuat Wa’i dalam Masyarakat Manggarai dan Relevansinya Terhadap Persekutuan Keluarga Kristiani. Masters thesis, IFTK Ledalero.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (499kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (328kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (335kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (391kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (378kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (149kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (245kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (302kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan nilai-nilai sosial yang terkandung dalam ritus wuat wa’i, dan (2) mendeskripsikan relevansi nilai sosial yang terkandung dalam ritus wuat wa’i itu terhadap persekutuan keluarga Kristiani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Objek yang diteliti adalah nilai sosial ritus wuat wa’i dalam masyarakat Manggarai dan relevansinya terhadap persekutuan keluarga Kristiani. Wujud data utama dalam penelitian ini berupa kata, frasa dan kalimat yang terdapat dalam topik yang diteliti. Sumber data penelitian ini ialah pertama, dokumen tertulis mengenai ritus wuat wa’i dan penelitian-penelitian terkait, baik buku, jurnal, majalah, koran, internet maupun dokumen-dokumen lain yang telah dipublikasikan sebelumnya. Kedua, instrumen untuk mendapatkan data dari dokumen tertulis, peneliti menggunakan metode kepustakaan, sedangkan untuk mendapatkan data dari informan, peneliti menggunakan metode wawancara yakni mendapatkan data dengan mewawancarai informan kunci. Langkah terakhir adalah menganalisis semua data-data yang telah dikumpulkan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan di dalam ritus wuat wai’ terdapat enam nilai sosial dan nilai-nilai sosial tersebut memiliki relevansi terhadap persekutuan keluarga Kristiani. Enam nilai sosial itu adalah (1) Nilai cinta kasih. Nilai cinta kasih dalam ritus wuat wa’i tersingkap melalui dua unsur mendasar. Pertama, melalui praktik ritual yakni doa ayam putih (torok manuk teing hang wuat wa’i). Kedua, cinta ksih itu tampak melalui partisipasi dari semua pihak yang menghadiri acara wuat wa’i tersebut. (2) Nilai gotong royong. Terbentuknya nilai gotong royong pada masyarakat Manggarai berawal dari lonto leok (duduk bersama berbentuk lingkaran). Dari lonto leok ini orang Manggarai bersama-sama merancang atau merencanakan suatu kegiatan tertentu (bantang cama reje lele, nai ca anggit tuka ca laleng) dalam satu tujuan yang sama. Dalam ritus wuat wa’i pun demikian, masyarakat Manggarai secara bergotong royong mendukung seseorang yang ingin melanjutkan studinya ke jeanjang yang lebih tinggi. (3) Nilai Kekeluargaan. Ritus wuat wa’i menjadi wadah untuk menyatukan masyarakat Manggarai ke dalam suatu persekutuan keluarga yang menembusi sekat-sekat suku, ras dan agama. Dalam ritus tersebut warga masyarakat berkumpul bersama, bertukar pendapat, berbagi pengalaman dan mengungkapkan suka cita dalam suasana kekeluargaan. (4) Nilai solidaritas. Nilai solidaritas yang terkandung dalam ritus wuat wai’i tersingkap melalui tiga hal mendasar. Pertama, kehadiran seluruh masyarakat dalam ritus wuat wa’i Kedua, berjabat tangan dengan anak yang diacarakan bukan hanya menunjukkan simbol keakraban dan persaudaraan, tetapi suatu bentuk dukungan, rasa solider dan ucapan selamat berjuang bagi anak tersebut. Ketiga, pemberian sumbangan. Setelah ritus ini dibuat, orang yang hadir akan memberikan seng te weli bokong atau uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di tanah rantau. Meskipun demikian, yang menjadi fokus bukanlah nominal dari uang yang diberikan, melainkan dukungan, penguatan, dan legitimasi ritual yang pada hari itu terjadi (wuat wa’i). (5) Nilai tanggung jawab. Wujud kebersamaan masyarakat Manggarai dalam ritus wuat wa’i merupakan bentuk tanggung jawab untuk mendukung kemajuan pendidikaan di Manggarai. (6) Nilai persekutuan. Dalam keyakinan orang Manggarai, persekutuan itu mencakup semua elemen kehidupan yakni dengan sesama, roh-roh leluhur, roh-roh alam dan Wujud Tertinggi. Nilai sosial yang terdapat dalam ritus wuat wa’i mempunyai relevansi terhadap persekutuan keluarga Kristiani. Nilai sosial itu senantiasa menjadi pegangan bagi keluarga-keluarga Kristiani untuk memupuk cinta kasih di dalam keluarga, meningkatkan nilai moral, menumbuhkan kesadaran akan pengembangan sumber daya manusia, menjaga keharmonisan antarkeluarga, menyikapi keterbatasan ekonomi dan pada akhirnya mampu menciptakan kesejahteraan bersama dalam kehidupan keluarga dan sosial masyarakat.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Ritus, wuat wa’i, masyarakat Manggarai, nilai sosial, persekutuan, keluarga kristiani
Subjects: 200 – Agama > 240 Moral Kristen dan teologi peribadatan > 249 Kehidupan keluarga dalam ajaran Kristiani
300 – Ilmu Sosial > 390 Adat istiadat, etiket, dan cerita rakyat > 392 Adat istiadat setempat
Divisions: 77101 Ilmu Agama/Teologi Katolik
Depositing User: Mr Fransiskus Xaverius Sabu
Date Deposited: 27 Jul 2023 01:14
Last Modified: 27 Jul 2023 01:14
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/1732

Actions (login required)

View Item View Item