Kritik Terhadap Realitas Politik Identitas di Indonesia dalam Terang Teori Identitas Amartya Sen

TETIK, Dionisius Klau (2023) Kritik Terhadap Realitas Politik Identitas di Indonesia dalam Terang Teori Identitas Amartya Sen. Undergraduate thesis, IFTK Ledalero.

[img] Text
Dionisius Klau Tetik_Abstraksi.pdf

Download (63kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (397kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (359kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (345kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (400kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (410kB)
[img] Text
BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (287kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menelisik dan menjelaskan kontribusi teori identitas Amartya Sen bagi pembangunan politik di Indonesia, (2) menjelaskan teori Amartya Sen tentang identitas majemuk, dan (3) mendeskripsikan realitas politik identitas di Indonesia. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Obyek yang diteliti adalah teori identitas majemuk Amartya Sen dan realitas politik identitas di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, bagi Amartya Sen identitas majemuk bertujuan untuk mencegah kekerasan dan konflik dalam kehidupan bersama sebagai masyarakat yang plural. Teori identitas majemuk menekankan aspek rasionalitas individu sebagai basis untuk mencegah ilusi identitas tunggal. Dalam memutuskan sebuah kelompok afiliasi, peran akal budi menjadi pilihan absolut setiap individu. Teori identitas majemuk merupakan gagasan rasionalitas praktis dalam menyelesaikan praktik politisasi nilai-nilai primordial di atas panggung politik. Dalam konteks Indonesia sebagai Negara yang plural, relevansi identitas majemuk Amartya Sen patut dipertanyakan keabsahannya. Sebab, masyarakat Indonesia masih memegang erat nilai-nilai primordialnya sebagai alat politik. Sebaliknya, teori identitas majemuk menekankan akal budi kritis yang hanya bisa berlaku bagi masyarakat yang sudah mapan secara demokrasi dan juga berada pada level post metafisik. Sebab, dalam konteks politik Indonesia, nilai-nilai primordial lebih berperan besar dalam menentukan terpilihnya seorang pemimpin politik. Akan tetapi, hal ini tidak berarti bahwa teori identitas majemuk Amartya Sen tidak relevan dalam konteks masyarakat Indonesia yang masih menghidupi nilai-nilai primordialnya. Sebaliknya, identitas majemuk Amartya Sen masih sangat relevan dalam konteks masyarakat Indonesia karena menekankan nilai-nilai solidaritas, toleransi, dan juga pengakuan terhadap identitas yang lain sebagai dasar dari nilai-nilai Pancasila itu sendiri.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Amartya Sen, identitas majemuk, politik identitas di Indonesia
Subjects: 300 – Ilmu Sosial > 320 Ilmu politik > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan)
Divisions: 75201 Ilmu Filsafat
Depositing User: Mr Fransiskus Xaverius Sabu
Date Deposited: 14 Mar 2023 03:23
Last Modified: 20 Jul 2023 00:47
URI: http://repository.iftkledalero.ac.id/id/eprint/1481

Actions (login required)

View Item View Item